Kabarminang — Polemik biaya persalinan yang sempat memicu cekcok antara keluarga pasien bernama Defita (33) dan seorang bidan desa bernama Loli di Nagari Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, berakhir damai.
Kakak pasien, Ayu Angraini (36), warga Sungai Buluah Utara, mengatakan, persoalan tersebut telah diselesaikan melalui proses mediasi yang melibatkan pemerintah nagari dan seorang anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada 5 Juni 2026 di rumah adiknya.
“Permasalahan sudah kami selesaikan. Sudah dimediasi di rumah adik saya oleh pihak nagari dan anggota DPRD. Bidan Loli juga sudah meminta maaf kepada kami sekeluarga,” kata Ayu pada Selasa (9/6/2026).
Ia menyebut keluarganya menerima permintaan maaf tersebut dan memilih menyelesaikan persoalan secara damai.
“Kami sudah memaafkan. Yang penting persoalan ini sudah selesai dengan baik dan tidak berlarut-larut lagi. Kami bersyukur karena proses mediasi berlangsung dengan lancar dan menghasilkan solusi yang dapat diterima semua pihak,” tuturnya.
Selain adanya permintaan maaf, Ayu mengatakan biaya persalinan yang sebelumnya menjadi sumber perdebatan juga tidak lagi dibebankan kepada pihak keluarga.
“Biaya persalinannya sudah digratiskan. Jadi, persoalan itu sudah selesai dan tidak ada lagi masalah antara kami dengan bidan,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan perdebatan antara keluarga pasien dan seorang perempuan yang diduga merupakan bidan desa beredar luas di media sosial dan grup percakapan WhatsApp.
Dalam rekaman tersebut, terdengar pembahasan mengenai biaya persalinan yang disebut mencapai Rp1,25 juta. Video itu kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat setelah keluarga pasien mempertanyakan persoalan pembayaran dan pelayanan yang diterima.
















