“Kedua orang tuanya menolak untuk mengambil anaknya kembali untuk dirawat. Bahkan untuk memasukkan anak tersebut ke dalam KK mereka tidak mau,” kata Dewi.
Panti Butuh Obat dan Sembako
Di tengah persoalan tersebut, kebutuhan sehari-hari anak-anak di panti tetap harus dipenuhi. Dewi mengatakan obat-obatan dan vitamin menjadi salah satu kebutuhan yang cukup mendesak karena sejumlah anak mengalami batuk dan demam.
“Yang dibutuhkan paling obat-obatan, karena banyak yang sakit batuk sekarang karena cuaca, batuk, demam. Sudah itu vitamin-vitamin,” ujarnya.
“Terus lauk-pauk, kayak ayam mentah, ikan mentah. Karena itu yang sering diposting di Instagram. Butuhnya makanan harian, seperti sembako,” tambahnya.
Sementara itu, stok susu bayi dan pampers disebut masih mencukupi untuk sementara waktu. Kebutuhan lainnya yang masih diperlukan antara lain tisu basah, minyak telon, sabun mandi, deterjen atau Rinso, serta pewangi pakaian.
“Kalau boleh, tisu basah, minyak telon, sabun mandi. Terus Rinso karena cucian banyak. Pewangi pakaian juga, karena bau besing pakaian-pakaian anak-anak,” kata Dewi.
Saat ini, tiga bayi tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit sembari pihak panti mengupayakan penyelesaian berbagai administrasi yang diperlukan. Di sisi lain, kebutuhan kesehatan dan kebutuhan harian anak-anak yang berada di panti juga terus dipenuhi.
Masyarakat yang ingin membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di Panti Asuhan Bayi dan Balita Yayasan Jasmin Nabila Inayah 2 dapat menyalurkan donasi melalui nomor WhatsApp 0811-6650-88 atau rekening 7141442947 atas nama Yayasan Jasmin Nabila Inayah. Bantuan yang diberikan nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan, obat-obatan, vitamin, perlengkapan bayi, serta kebutuhan sehari-hari anak-anak di panti.















