Adriyon mengatakan bahwa setelah mendapatkan informasi itu, polisi dan dokter Puskesmas Batu Hampar datang ke lokasi untuk untuk melakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, katanya, dokter tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ia menyebut bahwa dokter menemukan bekas memar di leher akibat jeratan tali.
“Dokter juga menemukan adanya bekas keluar air mani di kelamin korban akibat gantung diri tersebut,” ucap Adriyon.
Sementara itu, keluarga korban menerima kematian korban. Adriyon mengatakan bahwa ayah korban membuat surat pernyataan bahwa ia tidak akan menuntut siapa pun secara hukum atas kematian korban.
Perihal penyebab korban gantung diri, Adriyon mengatakan bahwa hal itu belum terungkap.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kabarminang.com, korban sering bolak-balik Jakarta-Lima Puluh Kota. Terakhir ia pulang dari Jakarta pada Ramadan yang lalu. Informan tersebut mengatakan bahwa ibu dan ayah korban sudah berpisah: ibunya tinggal di Jakarta, sedangkan ayahnya hidup di kampung.
















