“Pemerintah harus berani membatasi, memperketat izin, atau bahkan menutup tempat hiburan malam jika memang terbukti merusak moral generasi muda kita,” lanjut Dian.
Dian juga menilai kritik yang bermunculan di media sosial merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap respons pemerintah terhadap persoalan tempat hiburan malam.
“Gejolak dan kekesalan masyarakat di media sosial itu terjadi karena publik merasa pemerintah terlalu lamban bertindak, sementara pembiaran terus berlangsung,” ungkapnya.
Diketahui IP tiba di Vegas Club Padang pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 00.27 WIB untuk melakukan reservasi dan memesan minuman.
Sekitar pukul 00.45 WIB, dua teman laki-laki korban menyusul dan bergabung di lokasi. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, IP terlihat sempat naik ke panggung DJ untuk memberikan botol minuman sebelum kemudian tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.
IP kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Tentara Reksodiwiryo. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB. Jenazah IP kemudian dimakamkan oleh keluarga di kawasan Pemakaman Bukit Karan pada Minggu sore.
Sementara itu, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa IP memang telah mengalami sakit selama beberapa hari sebelum kejadian. Keluarga juga membantah isu yang menyebut korban mengalami penyalahgunaan narkoba atau overdosis.
Pihak keluarga memilih menolak tindakan autopsi maupun visum terhadap jasad korban





















