“Saat itu IP masih terlihat bernapas. Bagian lehernya juga terasa panas ketika diperiksa dan kemudian kami membawanya ke Rumah Sakit Tentara. Dalam perjalanan itu tubuh IP masih terasa panas dan bernapas, kemudian mulai terasa dingin,” tuturnya.
Ia melanjutkan, IP tiba di rumah sakit pada Minggu (13/9/2026) pukul 01.00 WIB dan pihak rumah sakit menyatakan IP telah meninggal dunia secara wajar.
“Sebelum meninggal, detak jantung dan nadi IP melemah serta kondisi pupil matanya membesar. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit meninggalnya IP secara wajar, tidak ada indikasi apa pun, jadi tidak dilakukan visum ataupun autopsi, keluarga sudah meminta untuk dilakukan visum, namun dari pihak rumah sakit menolak,” tuturnya.
Setelah proses administrasi dan surat kematian selesai, jenazah IP kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah keluarga.
Diberitakan sebelumnya, kakak kandung korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, orang dalam video yang beredar tersebut memang adiknya. Kendati demikian, ia sangat menyayangkan video maupun foto yang beredar, terlebih lagi semua informasi yang beredar tersebut tidak benar. Ia menyebut adiknya tidak berada di bawah pengaruh narkoba.
“Sepengetahuan kami adik saya tidak mengonsumsi obat terlarang dan narkoba, tetapi berita yang beredar malah sebaliknya,” ujarnya saat ditemui Sumbarkita di rumah duka di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Minggu (13/9/2026) malam.
Ia juga membantah informasi yang menyebut IP membawa adiknya ke tempat hiburan tersebut. Ia menyebut IP berada di lokasi itu bersama teman-temannya, sedangkan adiknya berada di rumah.
Ia melanjutkan, kondisi IP sekitar tiga hari sebelum meninggal mengalami demam, kurang tidur, dan kelelahan.
















