Kabarminang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mulai menghadapi krisis kepercayaan publik menyusul kembali terjadinya kasus keracunan yang menimpa ratusan penerima manfaat di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Agam mencatat sebanyak 344 orang terdata mengalami gejala keracunan yang berkaitan dengan program MBG. Dari jumlah tersebut, lima orang masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan hingga Kamis (3/9/2026).
Direktur Eksekutif InsightPoll Indonesia, Farhan Pramudya, mengatakan persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG tidak lagi dapat dipandang sebatas kendala teknis di dapur penyedia makanan.
Menurutnya, berulangnya insiden keracunan di berbagai daerah mulai berdampak terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap program prioritas pemerintah tersebut.
“Survei Indonesia Political Opinion mencatat 63 persen masyarakat tidak puas terhadap pelaksanaan MBG. Sementara data Poltracking Indonesia memperlihatkan 49,2 persen publik merasa tidak puas, dan 44,6 persen secara tegas mendesak agar program ini dievaluasi total atau dimoratorium sementara,” ujar Farhan kepada Sumbarkita, Kamis (3/9/2026).
Farhan menilai data tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait sistem keamanan dan pengawasan pangan dalam pelaksanaan MBG.
Ia mengatakan, insiden keselamatan pangan yang terus berulang meskipun telah dilakukan evaluasi menunjukkan pembenahan yang dilakukan pemerintah belum menyentuh persoalan mendasar.
“Kegagalan pembenahan mendasar memicu rasa cemas yang mendalam bagi para orang tua murid,” katanya.















