Kabarminang — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Sumatera Barat (Sumbar) saat ini mencapai 5,92 juta jiwa dengan mayoritas merupakan kelompok usia produktif. Angka itu merupakan hasil survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2025..
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan bahwa penduduk saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif, yakni 15–64 tahun, dengan persentase mencapai 67,75 persen.
“Saat ini beban tanggungan atau rasio ketergantungan penduduk berada pada angka 47,59, yang artinya setiap 100 penduduk usia produktif harus menopang beban sekitar 48 orang usia nonproduktif,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor BPS Sumbar, Selasa (5/5/2026).
Ia mengatakan, Sumatera Barat saat ini juga mulai memasuki fase penuaan penduduk (ageing population), ditandai dengan proporsi penduduk lanjut usia (lansia) yang telah mencapai 12,01 persen dari total populasi. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari tren penurunan fertilitas yang terjadi secara konsisten.
“Tren penurunan fertilitas terlihat konsisten, di mana Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) kita kini berada di angka 2,39,” kata Hasanudin.
Ia menilai penurunan angka kelahiran ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan kontrasepsi di masyarakat, yang telah mencapai 52,82 persen. Hal ini akan menjadi faktor utama yang memengaruhi perubahan struktur umur penduduk di masa depan.
Pada kesempatan itu, ia juga memaparkan prevalensi penyandang disabilitas di Sumatera Barat tercatat sebesar 2,43 persen.
“Data ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
















