Kabarminang — Aksi damai menolak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) digelar oleh puluhan pemuda, aktivis, dan santri di kawasan kegiatan hari bebas berkendara atau car free day (CFD) Jalan Rasuna Said, Kota Padang, pada Minggu (7/6/2026). Mereka melakukan itu untuk membentengi generasi muda Sumatra Barat (Sumbar) dari dampak buruk penyimpangan perilaku seksual.
Ketua Harian Masjid Mujahidin Kota Padang sekaligus salah seorang peserta yang ikut berkampanye, Dian Nugraha, mengatakan bahwa kegiatan itu dimulai pukul 08.30 WIB di dekat Rumah Makan Sederhana. Dalam kegiatan itu, katanya, 30 peserta membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak LGBT, Usir dari Ranah Minang! Perusak Generasi Penyebar HIV/AIDS”.
Dian menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan respons spontan terhadap maraknya fenomena LGBT di Sumbar.
“Ide aksi ini muncul secara spontan karena kami sangat resah melihat maraknya perkembangan LGBT di Sumatra Barat saat ini,” ujar Dian kepada Sumbarkita.
Dian menerangkan bahwa jalannya aksi di sekitar GOR Haji Agus Salim itu mendapat sambutan yang sangat positif dari warga yang sedang berolahraga. Menurutnya, banyak warga dari berbagai generasi spontan bergabung dan menyuarakan penolakan yang sama terhadap keberadaan kelompok tersebut.
“Antusiasme masyarakat di CFD sangat tinggi. Banyak warga dari lintas generasi yang ikut memberikan dukungan langsung dalam kampanye penolakan ini,” ucap Dian.
Lebih lanjut, Dian mengungkapkan bahwa gerakan itu sebenarnya sudah berjalan sejak sebelum pandemi Covid-19, tetapi sempat vakum dan lebih aktif di media sosial. Menurutnya, edukasi secara langsung di lapangan kini perlu digalakkan kembali demi menyelamatkan moral masyarakat.
“Sebelum pandemi kami sudah bergerak, tapi sempat vakum dan dialihkan ke media sosial. Sekarang kami turun ke jalan karena melihat kondisinya makin mengkhawatirkan,” tutur Dian.
















