Perihal LGBT, Dian memaparkan bahwa LGBT bukan lagi sekadar gangguan perilaku atau penyakit menyimpang yang berdiri sendiri. Ia menilai fenomena itu telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang terstruktur rapi dan memiliki afiliasi dengan jaringan internasional.
“Kami menemukan data bahwa LGBT ini sudah menjadi gerakan yang terorganisir, bahkan bagian dari agenda zionisme, sehingga bahayanya jauh lebih besar,” ucap Dian.
Soal keberlanjutan aksi, Dian menegaskan bahwa kampanye penolakan itu akan dirancang secara lebih sistematis untuk ke depannya. Pihaknya mengambil langkah tersebut agar pesan edukasi mengenai bahaya sosiologis dan kesehatan dari perilaku menyimpang itu bisa tersampaikan dengan baik.
“Insyaallah kampanye ini akan terus kami lakukan ke depan secara sistematis guna mengedukasi masyarakat tentang bahaya nyata dari LGBT,” tutur Dian.
Dian berharap agenda selanjutnya bisa merangkul lebih banyak elemen masyarakat dengan latar belakang keahlian yang beragam. Ia menilai bahwa keterlibatan para pakar penting agar pendekatan edukasi kepada masyarakat umum menjadi lebih ilmiah, valid, dan komprehensif.
“Kami berharap ke depan bisa melibatkan praktisi kesehatan dan akademisi agar gerakan ini semakin kuat dan berhasil menyelamatkan generasi kita,” ujar Dian.
















