Kabarminang — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan tersebut ditegaskan melalui Surat Edaran Bupati Solok Selatan Nomor 555/112/DISKOMINFO/VI-2026 tentang Dukungan Pelaksanaan Sensus Ekonomi Indonesia Tahun 2026.
Dalam surat edaran tersebut, Bupati Solok Selatan, Khairunas, meminta masyarakat membantu kelancaran proses pendataan yang berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026. Warga dan pelaku usaha diharapkan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus yang bertugas di lapangan.
Selain itu, bupati juga menginstruksikan camat, wali nagari, dan wali jorong untuk memfasilitasi pelaksanaan sensus melalui koordinasi dan sosialisasi di wilayah masing-masing.
Khairunas menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir mengenai kondisi serta potensi ekonomi nasional maupun daerah. Data tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan dan penyusunan kebijakan pembangunan, terutama pembangunan ekonomi di Solok Selatan.
Menurutnya, sensus akan mencakup 18 kategori kegiatan ekonomi. Kategori tersebut meliputi sektor pendidikan, kesehatan manusia dan aktivitas sosial, kesenian, olahraga, dan rekreasi, aktivitas jasa lainnya, aktivitas badan internasional dan badan ekstra internasional lainnya, pertanian, kehutanan, dan perikanan, pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, penyediaan listrik, gas, uap, dan udara dingin, serta pengadaan air, pengelolaan air limbah, dan remediasi.
Pendataan juga mencakup sektor konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan penyimpanan, penyediaan akomodasi serta makan dan minum, penerbitan, penyiaran, produksi, dan distribusi konten, telekomunikasi, pemrograman, konsultasi, infrastruktur komputasi, dan jasa informasi lainnya, keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis, serta aktivitas administratif dan jasa penunjang usaha.
“Sensus ini akan menghasilkan peta ekonomi Indonesia beserta analisis sektoralnya menurut skala usaha. Selain itu, juga akan dihasilkan berbagai tinjauan analisis lainnya, seperti ekonomi lingkungan dan ekonomi digital,” ujar Khairunas.
Ia menambahkan bahwa hasil sensus nantinya diharapkan dapat mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan strategis, memotret tren perekonomian terkini, serta membantu pelaku usaha dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis.
















