Ia mengatakan, gerakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menjadi upaya mengatasi fenomena fatherless dengan mendorong keterlibatan orangtua, khususnya ayah, dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak usia dini.
“Kehadiran seorang orangtua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang,” ungkapnya.
“Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orangtua terutama ayah pada anak,” jelas Rini.















