“Dengan saling peduli dan saling mengingatkan, kita bisa menjaga sesama agar tidak terjerumus kepada penyimpangan perilaku moral,” ucap Fauzi.
Fauzi menegaskan bahwa persoalan asusila yang dilakukan ASN memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar persoalan pribadi. Ia menilai bahwa perbuatan tersebut dapat membawa beban moral bagi keluarga, instansi, hingga mencoreng martabat daerah.
“Hal ini menjadi contoh yang buruk terutama untuk generasi muda,” ujar Fauzi Bahar.
Karena itu, Fauzi mendorong penanganan yang tidak hanya mengedepankan sanksi, tetapi juga pembinaan dan edukasi.
Ia menyebut bahwa pengawasan sosial serta penguatan benteng keluarga perlu berjalan bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga kehormatan ASN sekaligus mempertahankan nilai-nilai adat dan marwah Ranah Minang.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Sumbar mengundurkan diri dari jabatan tersebut setelah ketahuan berbuat mesum dengan seorang PNS perempuan di ruang kerjanya. Rekaman video mereka berciuman dengan menggunakan pakaian dinas beredar luas di media sosial dan menjadi pergunjingan publik.
Kepastian pengunduran diri Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Sumbar disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (24/8/2026).
Arry mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil pejabat tersebut untuk dimintai keterangan setelah mendapatkan informasi tentang beredarnya video dua PNS berciuman di ruang kerja. Dari hasil klarifikasi awal yang ia lakukan bersama Asisten II Sekretariat Daerah Sumbar, pejabat tersebut mengaku bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang terdapat dalam video.
















