Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh kembali menorehkan capaian di tingkat provinsi setelah meraih penghargaan Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) tahun 2025. Dalam penilaian tersebut, Payakumbuh menempati posisi kedua di Sumatera Barat dengan skor 91,74.
Penghargaan itu diberikan dalam Rapat Koordinasi Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) kabupaten dan kota se-Sumatera Barat yang digelar di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Rabu (22/4/2026).
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengelolaan pengadaan barang dan jasa di daerahnya terus bergerak ke arah yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.
Rida menyebutkan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari komitmen pimpinan daerah, termasuk Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman, dalam memperkuat sistem pengadaan berbasis digital, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong kematangan kelembagaan UKPBJ.
Ia melanjutkan, Pemko Payakumbuh akan terus meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan agar mampu bersaing di tingkat nasional.
“Ke depan, kami tidak hanya mempertahankan capaian ini, tetapi juga menargetkan posisi terbaik melalui penguatan sistem, peningkatan kapasitas SDM, dan optimalisasi fungsi UKPBJ,” ujarnya.
Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) merupakan instrumen yang digunakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengukur kualitas tata kelola pengadaan secara nasional. Penilaian ITKP mencakup tiga aspek utama, yaitu pemanfaatan sistem pengadaan, kualifikasi dan kompetensi SDM pengadaan barang dan jasa, serta tingkat kematangan unit kerja pengadaan.
“Penghargaan ini bukan sekadar capaian, tetapi menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan setiap proses pengadaan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.















