Kabarminang – Polres Pariaman menyiapkan empat pos pengamanan dan pelayanan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik lebaran 2026. Pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis guna menjaga kelancaran lalu lintas dan memberikan pelayanan bagi para pemudik.
Kapolres Pariaman, Andrenaldo Ademi, mengatakan operasi pengamanan mudik akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Selama periode itu, polisi akan fokus menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama di jalur-jalur yang diperkirakan menjadi titik kepadatan kendaraan.
“Operasi berlangsung selama 13 hari, dari 13 sampai 25 Maret. Kami menyiapkan empat pos, terdiri dari dua pos pelayanan dan dua pos pengamanan,” kata Andrenaldo, Kamis (12/3).
Dua pos pelayanan ditempatkan di kawasan stasiun di Pariaman dan di wilayah Sungai Limau. Pos ini disiapkan untuk membantu pemudik yang membutuhkan informasi, bantuan kesehatan, maupun tempat beristirahat.
Sementara itu, dua pos pengamanan didirikan di kawasan wisata Pantai Gandoriah serta di jalur By Pass Pariaman. Pos di By Pass disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang melintas dari arah jalur utama Padang–Bukittinggi, terutama jika terjadi pengaturan lalu lintas satu arah dari kawasan Malibo Anai.
Menurut Andrenaldo, jalur By Pass dan Sungai Limau diprediksi menjadi titik rawan kemacetan menjelang arus mudik. Sementara setelah lebaran, kepadatan kendaraan biasanya terjadi di pusat kota dan kawasan wisata.
“Menjelang mudik, potensi macet ada di By Pass dan Sungai Limau. Sedangkan setelah Lebaran biasanya terjadi di pusat kota, pasar, dan kawasan Pantai Gandoriah karena masyarakat banyak berwisata,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
















