Usaha Bayu membuahkan hasil. Pada 2021 ia memperoleh omzet sekitar Rp3,5 juta per bulan. Pada 2024, seiring dengan penambahan alat produksi dan jumlah produksi, omzetnya meningkat sekitar 128,6 persen pada 2024, dan naik 118,8 persen pada 2025. Ia menyebut bahwa secara keseluruhan, omzet usahanya tumbuh hingga sekitar 400 persen dibandingkankan dengan masa awal perintisan kembali usaha.
Meski Marica Patisserie menunjukkan peningkatan pesat, Bayu memilih untuk memperkuat kualitas produk sebelum membuka cabang. Ia menegaskan bahwa menjaga konsistensi rasa, ketelitian proses produksi, serta komitmen menggunakan bahan baku berkualitas menjadi fokus utama dalam pengembangan usahanya saat ini. (Azahra Rendova)
















