“Kalau dulu pepaya ini mulai berbuah dan bisa dipanen pertama pada usia 8 hingga 9 bulan setelah tanam. Tetapi semenjak saya gunakan tambahan pupuk FABA panennya semakin cepat, 3 atau 4 bulan sudah bisa dipanen,” tuturnya.
Menurut Herry, perubahan juga terlihat dari kondisi fisik tanaman. Daun tampak lebih hijau, batang menjadi lebih besar, sementara buah yang dihasilkan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.
“Tekstur tanaman jauh lebih bagus, daun lebih hijau, batang lebih besar dan buah yang dihasilkan jadi bertambah. Meskipun pupuk biasa tetap kami pakai, tambahan pupuk FABA ini memberikan hasil yang sangat baik,” ucap Herry.
Ia menerangkan bahwa pupuk FABA bukan untuk menggantikan seluruh kebutuhan pupuk yang selama ini digunakan petani. Pupuk tersebut dimanfaatkan sebagai tambahan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga perawatan kebun dilakukan dengan kombinasi yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Kelompok Tani Pesona Kualu mendapatkan bantuan pupuk FABA secara gratis dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan dengan jumlah mencapai enam ton. Herry mengatakan bantuan tersebut diterima tanpa harus mengeluarkan biaya pembelian.
“Saya mendapatkan pupuk ini secara gratis dari PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Tenayan. Alhamdulillah, kelompok tani kami dapat 6 ton pupuk FABA,” tuturnya.
Menurut Herry, bantuan tersebut memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh petani. Selain membantu mengurangi beban biaya produksi, ketersediaan pupuk juga menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlangsungan budi daya tanaman di kebun.
“Bantuan pupuk seperti inilah yang sangat penting bagi petani, karena tentu saja bisa membantu kami untuk meringankan biaya produksi. Kemudian, produktivitas tanaman tercukupi dengan baik dan para petani mampu meningkatkan hasil panennya,” ucapnya.
















