“Ini harus ada tindakan lanjut agar kejadian ini tidak terulang. Kegiatan MBG ini akan dihentikan sementara sampai investigasi selesai,” katanya.
Ia mengatakan keluhan yang dialami siswa cukup beragam. Selain mual dan muntah, terdapat siswa yang mengalami alergi pada kulit hingga sesak napas.
“Dilihat dari dampaknya cukup banyak, seperti alergi kulit, sesak napas. Sampai saat ini kita belum tahu penyebabnya apa,” ujarnya.
Mulyadi menegaskan, Pemko Pariaman masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan sampel makanan sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait pelaksanaan MBG di Kota Pariaman.
Sebelumnya, Kepala MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, mengatakan keluhan kesehatan mulai muncul sekitar satu jam setelah siswa menyantap menu MBG pada Senin sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut Tarmizi, sejumlah siswa mulai mengalami mual, muntah, pusing dan gatal-gatal ketika kegiatan belajar kembali berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Siswa yang mengalami keluhan awalnya mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum kemudian dibawa ke RS M. Yamin Pariaman.
Tarmizi menyebutkan, sekitar 400 siswa telah mengonsumsi menu MBG tersebut. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 100 siswa mengalami keluhan kesehatan.
“Setelah kita data, puluhan siswa terdampak dari 400 orang yang telah mengonsumsi,” ujarnya.














