Kabarminang — Gunung Marapi kembali erupsi pada Selasa (24/3) pukul 14.24 WIB. Tinggi kolom abu pada erupsi ini tidak teramati.
Berdasakrkan data Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28,6 mm dan durasi kurang lebih 26 detik.
Saat ini Gunung Marapi berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, pertama masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki atau pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari puncak (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Kemudian masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi, terutama pada saat musim hujan.
Apabila terjadi hujan abu, maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).
Jika terjadi hujan abu masyarakata diimbau untuk mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.
Selanjutnya, kepada seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
















