Kabarminang – Komisi Disiplin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP) menjelaskan alasan pihaknya memberikan sanksi jalan jongkok terhadap sejumlah mahasiswa dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada Selasa (18/8/2026).
Koordinator Komisi Disiplin Fakultas Teknik UNP, Ambon, mengatakan bahwa sanksi tersebut diberikan setelah sejumlah mahasiswa terlambat kembali ke ruangan sesuai dengan jadwal kegiatan. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa seharusnya kembali ke ruangan pada pukul 16.00 WIB, tetapi mereka baru kembali sekitar pukul 16.20 hingga 16.30 WIB.
“Sebelum sanksi diberikan, kami telah mengingatkan mahasiswa agar segera masuk. Tetapi, sebagian mahasiswa masih duduk, makan, dan merokok. Kami bahkan sudah meminta mereka untuk masuk, tetapi tidak didengarkan oleh adik-adik kita ini,” kata Ambon pada Jumat (21/8/2026) malam.
Ambon mengungkapkan bahwa pemberian sanksi tersebut bukanlah inisiatif mahasiwa, melainkan berdasarkan petunjuk teknis PKKMB Fakultas Teknik UNP 2026. Ia menyebut bahwa petunjuk teknis itu memuat ketentuan mengenai keterlambatan, izin sakit, ketidakhadiran peserta, dan sanksi.
Meski demikian, pihaknya memilih sanksi yang ringan, yaitu jalan jongkok, bukan push up yang tertera pada petunjuk teknis tersebut dengan sejumlah pertimbangan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya memilih sanksi jalan jongkok karena mempertimbangkan durasi keterlambatan dan kondisi mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan sejak pagi.
“Kami menilai push up 30 kali tidak tepat karena akan membutuhkan waktu lama dan berpotensi membuat mahasiswa makin kelelahan. Mereka telat 30 menit. Tidak mungkinlah disuruh push up 30 kali karena terlalu banyak dan memakan waktu juga. Jadi, kami memilih sanksi itu dengan pertimbangan sisi kemanusiaan,” ujar Ambon.
Selain itu, kata Ambon, mahasiswa yang kena sanksi tersebut berasa dalam kondisi sehat sebab pihaknya sudah menanyai kondisi kesehatan mahasiwa sebelum kegiatan dilaksanakan. Pihaknya meminta untuk melapor kepada komisi disiplin jika merasa sakit atau tidak enak badan. Namun, katanya, tidak ada mahasiswa yang melapor sakit.
Perihal jalan jongkok itu, Ambon menginformasikan bahwa jalan jongkok itu berlangsung dengan jarak dekat, yaitu sekitar 20 meter. Setelah itu, pihaknya meminta mahasiswa untuk beristirahat dan meluruskan kaki.















