Kabarminang — Akses utama jalan lintas yang menghubungkan Bukittinggi–Pasaman Barat, tepatnya di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, kembali terganggu akibat material lumpur yang terbawa arus air pada Minggu (10/5/2026) mulai pukul 16.15 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, mengatakan, kondisi itu dipicu hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah itu sejak siang.
“Lumpur itu merupakan material bekas longsor pada 5 Mei 2026, karena hujan deras lumpur itu terbawa arus hingga ke badan jalan,” ujarnya kepada Sumbarkita.
Ia melanjutkan, untuk mengantisipasi kemacetan dan risiko kecelakaan, pihaknya telah menerjunkan alat berat ke lokasi.
“Saat ini tengah dilakukan pembersihan material yang menutupi jalan. Kami telah menerjunkan alat berat ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi lumpur,” katanya.
Abdul Gafur menegaskan tidak ada penutupan jalan di lokasi tersebut. Namun demikian, ia mengimbau pengendara agar tetap berhati-hati karena kondisi jalan licin dan berpotensi membahayakan.
“Jalan tersebut masih dapat dilalui, namun kami meminta pengendara untuk ekstra hati-hati. Kondisi akses saat ini cukup sulit dan berisiko jika dilalui dengan kecepatan tinggi,” imbuhnya.
















