Kabarminang – Idulfitri tahun ini terasa berbeda bagi ratusan warga di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Sebanyak 245 rumah rusak yang tersebar di empat nagari membuat 265 kepala keluarga atau sekitar 815 jiwa harus menghadapi Lebaran tanpa rumah yang layak huni.
Sebagian dari mereka kini bertahan di hunian sementara, sementara lainnya terpaksa mengontrak rumah dengan biaya sendiri atau bantuan pemerintah.
Kerusakan rumah tersebut terjadi di Nagari Anduriang, Nagari Kapalo Hilalang, Nagari Kayu Tanam, dan Nagari Guguak. Dari total 245 rumah terdampak, sebagian besar berada di Nagari Anduriang, sedangkan di Nagari Guguak tercatat 4 rumah rusak, Nagari Kapalo Hilalang 3 rumah, dan Nagari Kayu Tanam 8 rumah.
Di balik angka-angka itu, ada cerita tentang keluarga yang kehilangan tempat pulang. Dinding yang retak, atap yang runtuh, hingga rumah yang tak lagi bisa dihuni membuat banyak warga harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
Anasrul (52), warga Nagari Anduriang, masih mengingat hari ketika rumahnya tidak lagi bisa ditempati. Kini ia bersama keluarganya menempati hunian sementara yang dibangun seadanya.
“Kalau Lebaran biasanya rumah ramai keluarga. Sekarang kami malah di tempat sementara. Rumah sudah tidak bisa ditempati lagi,” kata Dasril dengan suara pelan kepada Sumbarkita, Jumat (6/2).
Bagi sebagian warga, kehilangan rumah bukan satu-satunya persoalan. Lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan juga ikut rusak. Sawah dan ladang yang biasanya digarap menjelang musim panen kini tidak lagi bisa dimanfaatkan.
Yusniarti (41), warga lainnya di Anduriang, mengaku kondisi ini membuat keluarganya terpukul. Selain kehilangan rumah, ia juga kehilangan sumber penghasilan.
















