“Biasanya kami bisa berharap dari sawah. Tapi sekarang sawah rusak. Rumah rusak. Jadi Lebaran kali ini benar-benar berat,” ujarnya.
Sebagian warga memang telah mendapat tempat tinggal sementara dari pemerintah. Namun tidak sedikit pula yang harus menyewa rumah secara mandiri demi memiliki tempat berteduh.
Kondisi ini membuat banyak keluarga menghadapi Lebaran dengan perasaan campur aduk. Bagi mereka, Idulfitri yang biasanya identik dengan kebersamaan di rumah kini harus dijalani di tempat yang jauh dari kata nyaman.
Sementara itu Bupati Padang Pariaman Jhon Kenedi Azis mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menangani dampak kerusakan rumah yang dialami warga di Kecamatan 2×11 Kayu Tanam. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan hunian sementara bagi sebagian korban serta membantu warga yang harus mengontrak rumah.
“Kami memahami kondisi masyarakat yang terdampak. Pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin memberikan bantuan, baik hunian sementara maupun dukungan lainnya, agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut,” ujar Bupati Padang Pariaman.
















