Kabarminang — Seorang perempuan muda di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatera Barat, melahirkan sendiri di kamar rumahnya. Ia merupakan korban persetubuhan dan pemerkosaan seorang dukun yang mengobati ibunya yang sakit stroke.
Wali Nagari Taluak, Pendi Aswil, mengatakan bahwa korban melahirkan bayi laki-laki. Ia menyebut bahwa bayi itu sehat dan dirawat dengan baik oleh korban di rumahnya.
“Saya beberapa kali singgah ke rumah korban untuk menyemangatinya. Saya berkata kepadanya untuk tidak perlu terlalu mengkhawatirkan bagaimana ia membesarkan anaknya karena ia tidak sendiri. Ada pemerintah daerah hingga tingkat nagari dan masyarakat yang membantu,” ujar Pendi kepada Kabarminang.com pada Minggu (27/9/2026).
Pendi menginformasikan bahwa korban merupakan remaja putus sekolah saat kelas 1 SMA. Sementara itu, katanya, ayah korban merupakan petani yang sehari-hari bekerja di sawah sejak pagi, sedangkan ibu korban sakit stroke. Setelah putus sekolah, katanya, korban hanya beraktivitas di rumah untuk merawat ibunya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Datar, Iptu Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa dukun tersebut berinisial EK (55 tahun), berasal dari Desa Lembang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sementara itu, katanya, korban berinisial RM (19 tahun).
Iqbal menginformasikan bahwa dukun tersebut diamuk massa pada 23 Juli 2026. Ia menyebut bahwa massa marah setelah mengetahui bahwa EK menyetubuhi dan memperkosa korban, yang mengakibatkan korban hamil dan melahirkan bayi.
Akibat diamuk massa, kata Iqbal, EK babak belur: kepalanya robek dan berdarah, wajah bengkak dan memar, serta kelopak dan kantong mata hitam.
“EK sempat dirawat di rumah sakit akibat terluka diamuk massa tersebut. Kepalanya dijahit,” ujar Iqbal kepada Kabarminang.com pada Sabtu (26/9/2026).


















