Ia melanjutkan, ayahnya juga mengaku sempat mendatangi sebuah rumah besar megah dan indah di tengah hutan hingga bertemu seorang perempuan yang sedang menari.
“Menurut cerita ayah kami, perempuan itu bersikap ramah dan sempat menawarkan rendang daging kepadanya. Namun tawaran tersebut ditolak ayahnya, lalu ia meninggalkan rumah itu dan kembali berjalan mencari jalan pulang,” tuturnya.
Ia mengatakan, ayahnya kemudian ditemukan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB oleh seorang petani di kawasan Landia, Jorong Hulu Aia, Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota dalam kondisi kelelahan, namun masih sanggup berjalan.














