“Nahas, orang tersebut mencoba melawan korban hingga menusuk bagian perut korban menggunakan benda besi,” kata Rozaldi.
Melihat suaminya terluka, Gusnita langsung berteriak histeris dan berusaha memberikan pertolongan. Sementara itu, orang yang diduga melakukan penusukan melarikan diri sebelum warga sekitar berdatangan.
Rozaldi mengatakan, Gusnita tidak dapat mengenali wajah orang tersebut secara jelas. Kondisi lingkungan yang gelap saat kejadian membuatnya kesulitan melihat identitas orang yang diduga menyerang suaminya.
Berdasarkan keterangan keluarga yang diterima Rozaldi, dugaan penyerangan tersebut diduga dipicu rasa iri dan sakit hati terhadap keberadaan taman milik korban. Taman itu diketahui pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota Padang sebagai taman terbaik.
Akibat luka tusuk di bagian perut, Nasir harus mendapatkan penanganan medis dan menjalani operasi di RS Unand Padang. Rozaldi menyebutkan, kondisi korban kini sudah sadar setelah menjalani operasi.
Sementara itu, Gusnita telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuranji pada 1 November 2026. Laporan dugaan tindak pidana penganiayaan berat itu tercatat dengan Nomor LP/B/88/XI/2026/SPKT/PolSEK KURANJI/POLRESTA PADANG/POLDA SUMATERA BARAT. Pihak keluarga berharap polisi segera mengusut kasus tersebut dan menangkap orang yang diduga menusuk Nasir.
“Kami meminta polisi segera mengusut kasus ini dan menangkap pelakunya. Suami saya mengalami luka tusuk hingga harus menjalani operasi. Kami berharap ada keadilan,” demikian harapan keluarga korban.
Hingga Rabu (4/11/2026), orang yang diduga melakukan penusukan tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Rozaldi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, orang tersebut dikabarkan telah melarikan diri.






















