Kabarminang – Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Nagari mencatatkan kinerja positif pada awal 2026. Laba bersih perusahaan menembus Rp45,62 miliar pada kuartal I/2026, tumbuh 17,48 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp38,83 miliar.
Kinerja ini ditopang oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik signifikan 20,68 persen YoY menjadi Rp80,48 miliar, dari sebelumnya Rp66,69 miliar pada kuartal I/2025.
Namun demikian, tekanan juga terlihat dari sisi biaya. Beban operasional lainnya tercatat meningkat 26,55 persen YoY menjadi Rp34,86 miliar, dari Rp27,54 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini antara lain dipicu lonjakan beban penurunan nilai (impairment) yang melonjak 256,60 persen YoY, dari Rp7,50 miliar menjadi Rp26,77 miliar.
Secara operasional, UUS Bank Nagari tetap membukukan laba operasional sebesar Rp45,62 miliar atau tumbuh 16,54 persen YoY dibandingkan Rp39,15 miliar pada kuartal I/2025. Di sisi lain, kinerja nonoperasional berbalik positif dengan laba Rp81 juta, setelah sebelumnya mencatatkan rugi Rp312 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi intermediasi, pembiayaan berbasis bagi hasil mencapai Rp941,60 miliar atau meningkat 9,48 persen YoY dari Rp860,04 miliar.
Penghimpunan dana juga menunjukkan dinamika beragam. Dana simpanan wadiah tumbuh tinggi 72,21 persen YoY menjadi Rp336,52 miliar, dari Rp195,41 miliar. Sementara itu, dana investasi non-profit sharing mengalami kontraksi tipis 1,75 persen YoY menjadi Rp4,56 triliun dari Rp4,64 triliun.
Adapun kualitas aset mengalami tekanan. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross tercatat sebesar 2,19 persen, naik dari 1,15 persen pada kuartal I/2025. NPF net juga meningkat dari 0,36 persen menjadi 0,77 persen.
















