Kabarminang – Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski sempat mengalami koreksi tipis pada perdagangan Selasa (23/6/2026) siang, kurs dolar tetap bertahan di kisaran Rp17.800-an dan masih berada dekat level psikologis Rp18.000.
Berdasarkan data Google Finance yang diakses pada Selasa (23/6/2026) siang, kurs USD/IDR tercatat berada di level Rp17.854,90 per dolar AS. Angka tersebut turun tipis 0,08 persen atau sekitar 15 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.870 per dolar AS.
Pergerakan intraday menunjukkan dolar AS sempat melonjak hingga mendekati Rp17.960 pada awal perdagangan sebelum kembali melemah dan bergerak stabil di kisaran Rp17.850 per dolar AS.
Meski mengalami penurunan tipis, posisi dolar AS yang masih bertahan di level tinggi menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda. Nilai tukar mata uang Garuda masih bergerak di dekat batas psikologis Rp18.000 yang beberapa waktu terakhir menjadi perhatian pelaku pasar.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pelaku usaha, khususnya sektor yang bergantung pada bahan baku impor. Penguatan dolar AS berpotensi meningkatkan biaya pembelian dari luar negeri apabila tren tersebut berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, masyarakat yang menyimpan dolar AS sebagai instrumen investasi atau lindung nilai masih mencermati arah pergerakan kurs. Fluktuasi nilai tukar dalam beberapa hari terakhir menunjukkan pasar masih dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi global.
Pergerakan rupiah ke depan diperkirakan masih bergantung pada perkembangan ekonomi dunia, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, serta arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Meski dolar AS terkoreksi tipis pada perdagangan kali ini, posisinya yang masih berada di atas Rp17.850 per dolar menunjukkan tekanan terhadap rupiah belum benar-benar berakhir. Pelaku pasar pun diperkirakan akan terus mencermati perkembangan sentimen global dalam beberapa hari mendatang.
Data kurs mengacu pada Google Finance yang diakses pada Selasa (23/6/2026) siang. Nilai tukar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar.















