Kabarminang – Kualitas udara di Kota Padang, Sumatera Barat, berada dalam kategori tidak sehat pada Selasa (8/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terpantau dengan indeks kualitas udara atau AQI mencapai 153.
Hal itu merupakan data yang diakses pada website iqair.com. Dari data itu, polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 59 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Kemudian pada saat yang sama, suhu udara tercatat 25 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, dan kelembapan 72 persen.
Berdasarkan data perkiraan per jam yang ditampilkan pada laman tersebut, AQI Padang masih berada pada level tinggi sepanjang hari ini hingga pukul 20.00 WIB.
Data itu menunjukkan, pada pukul 08.00, AQI diperkirakan berada di angka 148, kemudian 147 pada pukul 09.00, 145 pada pukul 10.00, 142 pada pukul 11.00, dan 139 pada pukul 12.00. Selanjutnya, AQI diperkirakan turun menjadi 135 pada pukul 13.00, 133 pada pukul 14.00, dan 131 pada pukul 15.00.
Selanjutnya, pada pukul 16.00 dan 17.00, AQI diperkirakan masing-masing 130. Angka tersebut kemudian diperkirakan menjadi 132 pada pukul 18.00, 136 pada pukul 19.00, dan kembali 130 pada pukul 20.00.
Perkiraan tersebut juga menunjukkan suhu dapat mencapai 30 derajat Celsius pada siang hari, dengan kecepatan angin hingga 14 kilometer per jam dan kelembapan berkisar 68 hingga 80 persen.
Dengan kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat Kota Padang diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
















