Adli membantah jika kondisi tersebut diartikan sebagai bentuk ketidaksetujuan Pemkab Pesisir Selatan terhadap pelaksanaan Porprov. Ia menegaskan daerahnya tetap berkomitmen mengikuti ajang tersebut, terlebih dana hibah sebesar Rp2,2 miliar telah disetujui.
“Kami berkomitmen sukseskan Porprov dan tidak ada niat untuk menggagalkan partisipasi kontingen daerah,” tegas M. Adli.
Sebagai tindak lanjut, Forum Komunikasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumbar telah menyusun surat permohonan bersama dan merencanakan audiensi dengan Komisi V DPRD Sumbar.
“Kami menunggu jadwal audiensi resmi minggu ini guna memaparkan kondisi riil penganggaran daerah,” ujar Adli.
Pesisir Selatan sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah cabang olahraga sepak takraw dan catur.
Padang Pariaman Juga Minta Digelar November
Ketua Umum KONI Kabupaten Padang Pariaman, Asmadi, juga mengusulkan penyesuaian jadwal Porprov. Menurut dia, pergeseran waktu diperlukan agar pengelolaan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Persiapan teknis kami sudah matang, namun pergeseran jadwal ke November penting agar pengelolaan anggaran tidak terjerat masalah hukum,” kata Asmadi, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Padang Pariaman, pencairan dana APBD diproyeksikan baru dapat dilakukan pada 29 September 2026.


















