Ia menyebut sejumlah daerah, seperti Kota Padang dan Kabupaten Sijunjung, telah menyelesaikan persiapan lebih awal. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan kesiapan antardaerah.
“Perbandingan ini menunjukkan bahwa kendala utama di beberapa daerah kerap bersumber dari pola komunikasi internal di tingkat pemerintah daerah setempat,” pungkasnya.
KONI Pesisir Selatan dan Padang Pariaman Usulkan November
Sebelumnya, KONI Kabupaten Pesisir Selatan dan KONI Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan agar jadwal Porprov XVI Sumbar digeser dari 2–14 Oktober menjadi November 2026.
Usulan tersebut berkaitan dengan proyeksi pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) di masing-masing daerah yang diperkirakan baru terealisasi pada akhir September 2026.
Ketua Umum KONI Kabupaten Pesisir Selatan, M. Adli, mengatakan rentang waktu antara pencairan anggaran dan pembukaan Porprov terlalu singkat untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi.
“Pencairan APBD Perubahan di Pesisir Selatan diperkirakan baru selesai pada 29 atau 30 September 2026, sehingga sangat mepet dengan pembukaan pada 2 Oktober 2026,” kata M. Adli, Selasa (15/9/2026).
Menurut Adli, pengadaan seragam, perlengkapan defile, logistik hingga akomodasi atlet harus mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Proses pengadaan secara ideal dan sesuai aturan hukum sulit dipenuhi hanya dalam kurun waktu beberapa hari,” jelasnya.


















