Kabarminang – Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol menutup sementara lapangan tembak TNI di kawasan Lapai, Kota Padang, setelah insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav. Taufiq, mengatakan penutupan dilakukan untuk keperluan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan lokasi latihan menembak tersebut.
“Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, supaya lokasi latihan menembak layak dan aman untuk digunakan,” kata Taufiq kepada Sumbarkita, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi Kodam untuk menentukan apakah lapangan tembak di kawasan Lapai masih layak digunakan. Jika hasil kajian menunjukkan lokasi tersebut tidak lagi memenuhi standar keamanan, Kodam akan mempertimbangkan pemindahan lokasi latihan menembak.
Menurut Taufiq, keputusan terkait pemindahan lokasi belum dapat dipastikan karena masih memerlukan koordinasi dengan instansi terkait serta pemerintah daerah.
“Untuk pemindahan lokasi itu belum bisa dipastikan, perlu dikoordinasikan dulu dengan instansi terkait dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Meski lapangan tembak utama ditutup sementara, Kodam memastikan program latihan menembak bagi prajurit tetap berjalan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, sejumlah lokasi alternatif telah disiapkan selama proses evaluasi berlangsung.
Beberapa fasilitas yang akan digunakan sementara antara lain Lapangan Tembak Secata Padang Panjang, Kodaeral Teluk Bayur, serta fasilitas milik satuan TNI lainnya melalui mekanisme peminjaman.















