Sebelumnya, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengungkap hasil investigasi terkait insiden peluru nyasar yang melukai dua orang di lingkungan UNP. Berdasarkan hasil penyelidikan, proyektil yang ditemukan pada tubuh salah satu korban, Nova Wirantika, identik dengan amunisi yang digunakan saat latihan menembak prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897/Singgalang.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, proyektil amunisi yang berada di paha korban mahasiswi UNP Nova Wirantika identik dengan peluru yang digunakan saat latihan menembak prajurit Yonif TP 897/Singgalang,” kata Taufiq.
Ia menjelaskan bahwa saat latihan berlangsung, prajurit menggunakan senjata laras panjang dan laras pendek. Proyektil yang ditemukan pada tubuh korban merupakan amunisi kaliber 9 milimeter yang digunakan pada pistol G2 Combat.
“Setelah dilakukan pengujian investigasi, jangkauan tembak G2 Combat yang digunakan dalam latihan tersebut mencapai sekitar 1.100 meter,” ujarnya.
Kodam juga menyatakan bertanggung jawab atas seluruh penanganan korban akibat insiden tersebut, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan pascakejadian.
“Seluruh pengobatan, perawatan, hingga trauma yang dialami korban ditanggung Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol,” katanya.
Dalam peristiwa itu, korban bernama Guruh Guino mengalami luka pada bagian tangan, sedangkan Nova Wirantika mengalami luka tembak pada paha kiri dan telah menjalani operasi. Keduanya saat ini masih menjalani masa pemulihan.















