Kamis, September 10, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Kisah Pilu Keluarga di Solok di Tengah Sengketa Tanah: Ibu Ditahan, Ayah Meninggal, Anak Pingsan

Dharma Harisa
Minggu, 29 Juni 2025 19:42
in Kabar Sumbar
Anak Syafrizal, Kepala Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Solok, menangis histeris ketika ayahnya meninggal dunia pada Jumat (27/6). Foto: IST

Anak Syafrizal, Kepala Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Solok, menangis histeris ketika ayahnya meninggal dunia pada Jumat (27/6). Foto: IST


Kabarminang – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Syafrizal (55), Kepala Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Solok. Ia meninggal dunia secara mendadak pada Jumat (27/6) sore. Istrinya, Tiswarni, masih ditahan di Polres Solok terkait dengan kasus sengketa lahan, meninggalkan delapan orang anak yang kini hidup dalam tekanan psikologis berat.

Beberapa dari anak-anak Syafrizal jatuh pingsan saat prosesi pemakaman pada Sabtu (28/6). Sejumlah tetangga yang turut bersimpati kepada keluarga itu juga tak kuasa menahan tangis hingga dilarikan ke puskesmas.

Berdasarkan informasi yang diterima Kabarminang.com, empat anak dan satu menantu pingsan di lokasi pemakaman. Bahkan, Tiswarni masih dirawat di Puskesmas akibat syok berat.

“Melihat anak-anak kecil, ayahnya meninggal, ibunya ditahan, mereka tidak kuat menerima kenyataan. Saya sendiri menangis melihat itu,” ujar Wali Nagari Koto Laweh, Kasyanti, kepada Kabarminang.com pada Minggu (29/6).

Ia menyampaikan bahwa kabar meninggalnya Syafrizal sangat mengejutkan. Pasalnya, sehari sebelumnya Syafrizal masih beraktivitas seperti biasa.

“Pagi ia itu masih sehat. Ia salat Jumat, terima bantuan untuk masjid, lalu ke ladang bersama anaknya. Setelah mandi, ia mengeluh sakit kepala dan istirahat. Tak lama kemudian, kami dikabari ia telah tiada,” ucap Kasyanti.

Pemakaman dilakukan pada Sabtu (28/6). Namun duka keluarga makin dalam karena istrinya, Tiswarni, hanya diberi waktu sebentar untuk menyaksikan pemakaman suaminya. Ia ditemani anaknya, Adrizal, yang juga ditahan bersama ibunya.

“Saya sendiri menangis. Anak-anaknya histeris. Delapan orang anak kehilangan ayah, sedangkan ibunya sedang ditahan. Empat anak dan satu menantu pingsan. Bahkan, ada yang digotong pakai bambu ke puskesmas,” kata Kasyanti dengan suara parau.

Kasyanti mengatakan bahwa Tiswarni masih dirawat di puskesmas karena mengalami syok berat. Ia menyebut bahwa Kondisi Tiswarni belum memungkinkan untuk kembali ke tahanan.

Kronologi dan latar belakang kasus

Menurut Kasyanti, kasus yang menjerat Tiswarni berawal dari konflik keluarga terkait dengan lahan ulayat di Malako, Jorong Taratak Baru. Lahan itu disengketakan antara Tiswarni dan Marlisman, anak dari kakak sepupu Tiswarni.

Kasyanti menceritakan bahwa perselisihan bermula pada Ramadan yang lalu. Setelah dimediasi oleh polsek, kedua pihak dilarang mengolah lahan. Namun, sekitar April, Tiswarni mendapat informasi bahwa lahannya ditanami sayuran. Ia kemudian mendatangi lokasi bersama anaknya, Adrizal.

“Terjadi cekcok di ladang. Informasinya, Tiswarni ditendang oleh Marlisman hingga terjatuh. Adrizal yang melihat ibunya diperlakukan begitu tak terima. Terjadi benturan, dan Marlisman disebut mengalami luka karena benda tumpul,” tutur Kasyanti.

Akibat kejadian itu, kata Kasyanti, Tiswarni dan anaknya dijerat pasal pengeroyokan. Ia menyebut bahwa keduanya ditahan. Hingga berita ini diturunkan, kasusnya belum disidangkan meski penahanan telah berlangsung lebih dari 40 hari.

“Kami sudah mengajukan penangguhan dua minggu lalu. Dijanjikan 10 hari akan dipertimbangkan, tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” tuturnya.

Kasyanti juga mengatakan bahwa Tiswarni mengalami luka memar di tangan dan tulang keringnya. Sementara itu, kata Kasyanti, Marlisman yang sempat dibawa ke puskesmas disebut sudah pulang dalam kondisi stabil.

“Kami juga kaget kasus keluarga ini langsung dibawa ke ranah hukum. Padahal, Tiswarni juga korban. Tapi, keluarga pihak satu lagi menolak difasilitasi secara adat. Mereka langsung melapor ke polisi,” kata Kasyanti.

Kasyanti menekankan bahwa perihal persoalan tanah dan hubungan keluarga, pemerintahan nagari setempat dan niniak mamak sejatinya siap memediasi kedua pihak. Namun, katanya, proses hukum yang terus berjalan telah membawa luka sosial dan batin mendalam, terutama bagi anak-anak Tiswarni.

Kasyanti berharap ada pertimbangan kemanusiaan dalam menangani kasus ity. Ia menyoroti kondisi anak-anak yang masih kecil dan kehilangan pendampingan orang tua.

“Anaknya delapan. Anak yang paling kecil masih kelas 4 SD. Ada yang SMP dan SMA. Mereka sangat terguncang. Kami berharap keadilan ditegakkan, tapi juga ada ruang empati bagi keluarga ini,” tuturnya.

Kepala Polsek Lembang Jaya, AKP Hendri, mengatakan bahwa berkas kasus Tiswarni sudah lengkap dan akan dilimpahkan ke kejaksaan.

“Prosesnya sudah selesai, menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti,” kata Hendri kepada Kabarminang.com.


Tags: Kabupaten SolokKecamatan Lembang Jaya SolokNagati Koto Laweh SolokSengketa tanah di Soloksolok

Berita Terkait

Pemko Pariaman Catat 55 Ribu Wisatawan Kunjungi Objek Wisata Pantai Selama Libur Lebaran 2025

Pemko Pariaman Hadirkan Parkir Berlangganan untuk Cegah Pungli, Mulai Rp35 Ribu per Tahun

10 September 2026
Pemkab Solok Selatan Bekali Satlinmas Jelang Pilwana Serentak 2026, Tekankan Jaga Netralitas

Pemkab Solok Selatan Bekali Satlinmas Jelang Pilwana Serentak 2026, Tekankan Jaga Netralitas

10 September 2026
Polusi Udara di Bukittinggi Masuk Level Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

Udara Bukittinggi Hari Ini Tak Lagi Bersahabat bagi Kelompok Sensitif

10 September 2026
Video: Keributan Sengketa Lahan di Lima Puluh Kota, Warga Pertanyakan Klaim Tanah

Video: Keributan Sengketa Lahan di Lima Puluh Kota, Warga Pertanyakan Klaim Tanah

10 September 2026
Empat Wanita Diduga PSK Terjaring Razia di Kamar Hotel di Pesisir Selatan

Empat Wanita Diduga PSK Terjaring Razia di Kamar Hotel di Pesisir Selatan

10 September 2026
Kerusakan Sungai Makin Parah, Warga Sebut Penindakan Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat Hanya Formalitas

33 Titik Tambang Emas Ilegal di Kawasan Hutan Masuk Radar Pemprov Sumbar, WALHI Ungkap Kerusakan hingga Ribuan Hektare

10 September 2026
Next Post
4 Orang Tenggelam di Pesisir Selatan, 3 Orang Selamat, 1 Pelajar Hilang

4 Orang Tenggelam di Pesisir Selatan, 3 Orang Selamat, 1 Pelajar Hilang

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Mahasiswa UNP yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di SPBU Solok, Begini Kondisinya

Mahasiswa UNP yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di SPBU Solok, Begini Kondisinya

6 September 2026

Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Tabrakan dengan Truk di Dharmasraya, Pengendara Sepeda Motor Tewas

4 September 2026

Video: Motor Tabrakan dengan Odong-odong di Pesisir Selatan, Dua Orang Dilaporkan Tewas

Video: Motor Tabrakan dengan Odong-odong di Pesisir Selatan, Dua Orang Dilaporkan Tewas

3 September 2026

Penggembala di Tanah Datar Ditangkap Polisi karena Jual Dua Kerbau Titipan

Penggembala di Tanah Datar Ditangkap Polisi karena Jual Dua Kerbau Titipan

5 September 2026

Dituduh Larikan Istri Orang, Seorang Pria Dikeroyok 2 Orang di SPBU Lubuk Selasih Solok

Dituduh Larikan Istri Orang, Seorang Pria Dikeroyok 2 Orang di SPBU Lubuk Selasih Solok

7 September 2026

Pria di Sijunjung Diringkus Polisi karena Curi Tujuh Sepeda Motor

Pria di Sijunjung Diringkus Polisi karena Curi Tujuh Sepeda Motor

7 September 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.