“Aktivitas tambang ilegal dan pembukaan lahan perkebunan ini memutus jalur jelajah harimau. Akibatnya, mereka kehilangan ruang buru dan orientasi arah sehingga mereka keluar dari hutan dan masuk ke permukiman manusia,” tutur Tommy.
Selain itu, kata Tommy, perburuan liar terhadap babi hutan yang merupakan makanan utama harimau turut memperparah krisis pangan bagi predator puncak tersebut.
“Perburuan liar terhadap babi yang menjadi makanan utama harimau turut memperparah krisis pangan satwa tersebut sehingga mereka terpaksa mendekati area kebun warga,” ujar Tommy.














