Kabarminang – Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) bersama Centre for Orangutan Protection (COP) memasang dua unit kandang jebak di kawasan Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, setelah kemunculan Beruang madu (Helarctos malayanus) yang sempat menyerang warga dan masuk ke area permukiman.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penanganan lanjutan sekaligus mencegah satwa liar tersebut kembali berinteraksi dengan masyarakat.
Kepala BKSDA Resort Pasaman, Edi Susilo, mengatakan selain memasang kandang jebak, petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kemunculan satwa di area persawahan masyarakat.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas menemukan sejumlah tanda keberadaan beruang seperti bekas cakaran, kotoran, serta sisa makanan di sekitar lokasi,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Petugas juga memasang kamera trap untuk memantau pergerakan satwa liar tersebut. Masyarakat setempat diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas, terutama di kawasan yang berdekatan dengan hutan dan lahan pertanian.
Sebelumnya, seekor beruang sempat dilaporkan masuk ke permukiman warga di kawasan Koto Panjang, Nagari Sinuruik, pada Minggu (15/2/2026). Kemunculan satwa tersebut bahkan terekam dalam sebuah video yang beredar di masyarakat. Dalam rekaman itu terlihat seekor beruang berwarna hitam berada di area permukiman dan sempat dikejar oleh sejumlah warga.
Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah tiga warga diserang secara mendadak oleh beruang liar saat tengah memanen padi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, pada Sabtu (14/2/2026).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar, Antonius Vevri, mengatakan bahwa tim segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari pemerintah nagari.
















