Rodi mengungkapkan bahwa ketidakpastian yang berlangsung hampir dua bulan sejak kematian korban menimbulkan kecemasan mendalam bagi keluarga.
“Keluarga sangat cemas dan khawatir kasus ini menguap tanpa ada kepastian hukum yang jelas,” tegasnya.
Menurut dia, penemuan jasad korban di lingkungan markas kepolisian menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka. Ia menilai hasil autopsi ulang dan pemeriksaan laboratorium forensik Bareskrim Polri menjadi faktor penting untuk mengungkap penyebab pasti kematian Ingga.
Polisi Masih Menunggu Hasil Forensik
Sebelumnya, Polres Pesisir Selatan menyatakan penyelidikan kasus kematian Ingga masih berlangsung dan dilakukan secara profesional serta menyeluruh.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pesisir Selatan, Iptu Ai Am’ar Faradhyba, mengatakan penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.
“Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk penghuni mes, rekan korban, keluarga, serta beberapa personel yang diketahui pernah berada di lokasi. Semua keterangan tersebut sedang didalami untuk memperoleh gambaran yang utuh terkait peristiwa tersebut,” ujar Am’ar pada Minggu (4/7/2026).
Ia mengatakan penyidik juga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik yang akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Sampai saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” tuturnya.















