Kabarminang – Pondok Pesantren Kanzul Ulum di Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, terus mengembangkan program berkuda yang telah berjalan sejak 2016. Berawal dari satu ekor kuda, kini pesantren tersebut telah memiliki 13 ekor kuda dan mengembangkan kegiatan hingga pembiakan.
Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Ulum, H. Hizbul Watan, mengatakan program berkuda dimulai pada Desember 2016 setelah pihak pesantren membeli seekor kuda.
Sebulan kemudian, pesantren kembali membeli satu ekor kuda sehingga memiliki sepasang kuda.
“Dari awalnya satu ekor, sebulan kemudian kita beli satu lagi sehingga menjadi sepasang. Dari sepasang kuda itu kemudian berkembang sampai sekarang,” kata Hizbul Watan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, sejak awal program berkuda tidak hanya ditujukan untuk melatih santri menunggang kuda dan memanah dari atas kuda. Santri juga dilibatkan dalam perawatan hewan tersebut.
Mereka diajarkan memberi makan, membersihkan kandang, memandikan, hingga merawat kuda. Kegiatan itu sekaligus menjadi pembelajaran agar santri memiliki keterampilan dan rasa tanggung jawab.
Seiring waktu, kuda-kuda yang dipelihara pesantren mulai berkembang biak. Sebagian anak kuda kemudian dijual dan hasilnya digunakan untuk membeli kuda yang lebih besar.
“Anak-anak kuda itu tidak semuanya dibesarkan. Ada juga yang dijual, kemudian dibelikan kuda yang sudah besar,” ujarnya.
Kamang Chrome Jadi Pejantan untuk Pembiakan
Pengembangan peternakan kuda Kanzul Ulum semakin diperkuat setelah hadirnya Kamang Chrome pada Desember 2025 melalui program wakaf bermanfaat.














