Kabarminang – Warga Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, terpaksa memanfaatkan perahu karet untuk menyeberangi Sungai Batang Anai setelah Jembatan Rajang Sipinang runtuh dan putus total akibat bencana galodo pada November 2025 lalu.
Kondisi tersebut terlihat dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Asmau Husna pada Sabtu (17/1/2026). Dalam video itu tampak sejumlah warga menyeberangi sungai menggunakan perahu karet karena derasnya arus Sungai Batang Anai yang tidak memungkinkan dilalui secara langsung.
Menurutnya, sejak jembatan penghubung utama tersebut rusak, aktivitas warga menjadi sangat terganggu. Jika sebelumnya perjalanan menuju pasar hanya memakan waktu sekitar 5 hingga 10 menit, kini warga harus menempuh jalan memutar dengan waktu perjalanan hingga 30 menit.
“Warga sangat kesulitan karena tidak bisa menyeberangi sungai akibat arus air yang sangat deras. Sebelum adanya bantuan perahu karet dari pihak kepolisian setempat, warga harus menempuh jalan yang sangat jauh,” tulis akun tersebut.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyampaikan bahwa pembangunan kembali Jembatan Rajang Sipinang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada Februari 2026. Proyek pembangunan tersebut akan dibiayai melalui dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Warga berharap pembangunan jembatan dapat segera terealisasi agar aktivitas sosial dan ekonomi kembali normal.
“Semoga cepat terealisasi pembangunan jembatan baru dari pemerintah. Cepat pulih kampungku,” tulis unggahan tersebut.














