“Kita berhasil memadukan tradisi pacu sebagai bagian dari alek nagari dengan sentuhan teknologi dan konsep modern. Ini menjadi langkah untuk membawa olahraga berkuda daerah ke level yang lebih tinggi,” katanya.
Menurut Deri, penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga menunjukkan bahwa olahraga berkuda di Sumatera Barat masih memiliki basis kegiatan yang cukup kuat.
Selama lima tahun masa kepemimpinannya, Pordasi Sumatera Barat mencatat sejumlah kegiatan, termasuk penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacu Seri I dan Seri II. Hampir 80 persen organisasi Pordasi kabupaten dan kota di Sumatera Barat juga disebut aktif menyelenggarakan kegiatan olahraga berkuda.
Bagi Deri, IHR Merdeka Cup 2026 sekaligus menjadi momentum terakhirnya sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sumatera Barat setelah lima tahun menjalankan amanah tersebut.
“Ini menjadi momentum terakhir saya sebagai Ketua Pengprov Pordasi Sumbar. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membangun olahraga berkuda Sumatera Barat selama lima tahun terakhir,” ujarnya.
Dari sisi daerah, Pemko Payakumbuh melihat penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional juga berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dan penonton dari luar daerah dapat menggerakkan sektor kuliner, perdagangan, akomodasi, transportasi serta UMKM.
Penyelenggaraan IHR Merdeka Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi pacuan kuda di Payakumbuh, tetapi juga menjadi ruang bagi pembinaan olahraga berkuda, pengembangan kuda lokal dan peningkatan daya tarik daerah sebagai tujuan kegiatan olahraga.
















