Hingga saat ini, Gusnali telah empat kali menjalani kontrol di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
“Saat terakhir kali kontrol, dokter membacakan hasil CT scan. Tumornya sudah sampai menyebar ke tulang tengkorak kepala,” katanya.
Menurut Netra, pihak rumah sakit sempat menjadwalkan operasi pada 12 Oktober 2026. Namun, jadwal tersebut belum dapat dipastikan.
Netra mengatakan, keluarga bersama kerabat telah berusaha mengumpulkan dana untuk membiayai pengobatan Gusnali. Namun, dana yang terkumpul sebelumnya telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengobatan.
Berdasarkan perhitungan keluarga, total biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp100 juta. Rinciannya, Rp20 juta untuk transportasi pulang-pergi menggunakan kendaraan sewaan, Rp40 juta untuk kontrol dan perawatan setelah operasi, Rp20 juta untuk obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan pasien lainnya, serta Rp20 juta untuk kebutuhan anggota keluarga yang mendampingi Gusnali.
Dengan keterbatasan ekonomi yang dihadapi, Netra berharap ada bantuan dari masyarakat agar ayahnya dapat melanjutkan pengobatan dan memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.
“Sedikit uluran tangan dari Bapak Ibu dan saudara semua sangatlah berarti bagi kami,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin membantu biaya pengobatan Gusnali dapat menyalurkan donasi melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) nomor 742201025976538.




















