Kabarminang – Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Haji Agus Salim Padang diminta untuk dikosongkan secara total dari seluruh aktivitas pedagang paling lambat Selasa, 16 Juni 2026 pukul 24.00 WIB. Kebijakan ini diberlakukan seiring dimulainya proyek renovasi besar-besaran fasilitas olahraga tersebut.
Seluruh lapak, gerobak, dan pelaku usaha diwajibkan meninggalkan area sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Setelah itu, pemerintah akan langsung melakukan penutupan dan sterilisasi kawasan mulai Rabu, 17 Juni 2026.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumatera Barat, Mahdianur Musa, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi sejak tahun lalu agar para pedagang mengetahui rencana penertiban tersebut.
“Mulai tengah malam nanti, kawasan GOR harus bersih dari aktivitas dagang. Besok, 17 Juni, kami akan menutup total area ini demi keselamatan bersama dan kelancaran proyek,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, sebelum pembangunan fisik dimulai, area GOR akan lebih dulu memasuki tahap pembongkaran bangunan lama. Proses lelang pembongkaran aset dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), dengan target pembersihan lahan selesai dalam waktu dua bulan.
Setelah lahan dinyatakan siap, pembangunan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026. Secara keseluruhan, proyek rekonstruksi GOR Haji Agus Salim ini ditargetkan berlangsung selama 16 bulan dengan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp340 miliar.
Selama proses pembangunan, area GOR akan dipagari dan akses jalan ditutup menggunakan portal demi keamanan material proyek serta keselamatan masyarakat.
“Keamanan adalah prioritas. Kawasan akan dipagar rapat agar pekerjaan berjalan lancar dan masyarakat terhindar dari risiko kecelakaan. Untuk pedagang, kami juga menyiapkan tempat berjualan sementara,” kata Mahdianur.
Terkait pengelolaan dana jumbo dari pusat tersebut, Dispora Sumbar berkomitmen untuk menjaga transparansi penuh selama proyek berlangsung. Pemerintah menegaskan kesiapannya untuk diawasi oleh lembaga penegak hukum maupun masyarakat guna memastikan anggaran tepat sasaran.
“Kami siap diperiksa dan diawasi secara ketat dari proses penganggaran sampai pembangunan selesai. Saya jamin tidak ada niat jahat untuk memperkaya diri sendiri dalam proyek ini,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan pelaku usaha selama 16 bulan ke depan. Masyarakat diimbau untuk mendukung penuh proyek ini demi terwujudnya fasilitas olahraga yang representatif dan membawa kemaslahatan jangka panjang bagi warga Kota Padang dan Sumatera Barat.
















