Kabarminang — Wali Kota Pariaman, Yota Balad, meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Pariaman di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Jumat (31/7/2026).
Yota mengatakan, kehadiran ULD menjadi langkah Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman dalam menyediakan layanan terpadu yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas.
Ia melanjutkan, pembangunan di Kota Pariaman tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk bagi penyandang disabilitas.
“Kota Pariaman mempunyai komitmen bahwa kita membangun semua lini, baik fisik maupun sumber daya manusia (SDM), normal maupun penyandang disabilitas. Hari ini komitmen tersebut kita laksanakan dengan kehadiran ULD di Kota Pariaman yang merupakan wujud nyata dari kepedulian, keberpihakan, dan komitmen kita bersama untuk memberikan pelayanan yang setara, adil, dan ramah disabilitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan ULD diharapkan mampu memastikan seluruh anak penyandang disabilitas di Kota Pariaman memperoleh layanan yang mendukung mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun dunia kerja.
Menurut Yota, pemerintah daerah ingin memastikan setiap penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan dan memperoleh pekerjaan yang layak sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak dasar mereka.
“Kita memberikan kesempatan bagaimana disabilitas di Kota Pariaman mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak serta hak mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.
Selain memperkuat layanan pendidikan inklusif, ULD juga diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan inklusif dengan memastikan anak-anak penyandang disabilitas memperoleh pendampingan dan hak belajar yang layak. ULD juga akan memberikan pelatihan keterampilan kerja, menjembatani penyandang disabilitas dengan sektor industri dan UMKM, serta menyediakan layanan konsultasi dan advokasi sebagai tempat pengaduan dan bantuan hukum apabila terjadi diskriminasi.
Yota berharap keberadaan ULD dapat menjadi pusat layanan yang mampu mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas di Kota Pariaman sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun pelayanan yang inklusif.
“Kita juga berharap hadirnya bangunan ini bisa menjadi percontohan dan menampung seluruh dunsanak kita semua di Kota Pariaman yang disabilitas untuk mendapatkan haknya lagi, sehingga mereka bisa bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Mereka tidak menjadi beban bagi keluarga, tetapi bisa menambah penghasilan keluarganya,” imbuhnya.















