Sementara itu, komoditas kayu manis yang selama ini menjadi salah satu andalan ekspor Sumbar menghadapi tekanan pasar pada September 2026. Amerika Serikat dan Jepang merupakan pasar utama komoditas tersebut.
Novrial menjelaskan, pelemahan ekonomi global dan pengetatan regulasi impor di negara tujuan berdampak terhadap harga serta volume pengiriman kayu manis.
“Kayu manis merupakan komoditas ekspor konservatif utama andalan Sumbar dengan tujuan pasar utama Amerika Serikat dan Jepang,” kata Novrial.
“Komoditas ini sempat mengalami koreksi penurunan harga dan volume di pasar internasional pada bulan September akibat kelesuan ekonomi global serta regulasi impor negara tujuan,” tuturnya.
Pada komoditas kelapa sawit, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga sempat mengalami penyesuaian pasar. Menurut Novrial, dinamika regulasi, termasuk rencana penataan integrasi anak perusahaan dan program mandatori energi B50, turut memengaruhi sikap pelaku usaha.
“CPO sempat mengalami turbulensi harga dan penyesuaian atau sikap menunggu terkait rencana penataan regulasi integrasi anak perusahaan serta program mandatori energi seperti B50,” ucap Novrial.
Meski sempat mengalami penyesuaian, ia menyebut kegiatan ekspor CPO kini kembali berjalan normal, baik dari sisi volume maupun pasokan di pasar internasional.
“Saat ini kondisi ekspor CPO telah kembali normal, baik dari segi volume maupun pasokan pasar internasional,” tegasnya.




















