Sektor perikanan juga berkontribusi terhadap ekspor Sumbar. Novrial menyebut tuna sirip kuning beku tetap memiliki daya saing dan mempertahankan performa yang stabil di pasar internasional.
“Sektor perikanan kita seperti Tuna Sirip Kuning Beku tetap stabil dan menunjukkan daya saing yang konsisten di pasar ekspor,” kata Novrial.
Sementara itu, komoditas hortikultura seperti pinang dan manggis turut mencatatkan perkembangan harga yang positif. Produk lain, seperti serat kelapa, gambir, dan sapu lidi, juga masih aktif berkontribusi terhadap ekspor daerah.
“Buah pinang dan manggis menunjukkan pergerakan harga yang dinamis dan terus mencatatkan pertumbuhan positif setiap bulannya,” ucapnya.
Novrial menambahkan, keberagaman komoditas ekspor menunjukkan keterlibatan berbagai sektor usaha, mulai dari petani dan pelaku usaha mikro hingga industri pengolahan berskala besar.
“Komoditas kerakyatan seperti serat kelapa, gambir, hingga sapu lidi tetap aktif berkontribusi dalam daftar ekspor daerah,” kata Novrial.
Ia menilai diversifikasi produk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor Sumatera Barat, terutama ketika sejumlah komoditas menghadapi fluktuasi harga dan permintaan di pasar global.
“Ini mencerminkan diversifikasi produk ekspor Sumatera Barat yang menjangkau sektor industri besar hingga pelaku usaha mikro dan lokal secara berkesinambungan,” pungkas Novrial.




















