Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya edukasi mengenai perlindungan diri bagi pekerja industri perabot, khususnya mereka yang setiap hari berhadapan dengan debu kayu.
Edukasi dilakukan langsung di tempat kerja
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, tim dosen tidak hanya memberikan penyuluhan secara teori, tetapi juga mendatangi langsung lokasi usaha perabot.
Pekerja diberikan pemahaman mengenai pengertian ISPA, faktor risiko penyakit, bahaya paparan debu kayu, serta dampak bekerja tanpa menggunakan APD yang sesuai.
Tim juga memperkenalkan cara sederhana untuk membantu mengendalikan debu di lingkungan kerja melalui metode basah (wet method). Salah satunya dengan menyemprotkan air pada area tertentu sehingga debu tidak mudah beterbangan dan terhirup pekerja.
Selain penyuluhan, kegiatan dilengkapi dengan demonstrasi penggunaan APD. Pekerja diperagakan cara menggunakan alat pelindung secara tepat, mulai dari penggunaan masker hingga alat pelindung pernapasan yang lebih lengkap sesuai kebutuhan pekerjaan.
Pendekatan dilakukan secara langsung dan personal kepada pekerja sehingga edukasi dapat diberikan tanpa mengganggu aktivitas produksi secara signifikan.
Melalui kegiatan tersebut, tim berharap pemahaman pekerja mengenai pentingnya APD semakin meningkat. Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan kebiasaan kerja sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu kayu.
Mitra usaha yang terlibat juga diharapkan dapat melanjutkan penerapan kebiasaan penggunaan APD dan pengendalian debu di lingkungan kerja setelah program pengabdian selesai.
Bagi Poltekkes Kemenkes Padang, kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penerapan pengetahuan dan hasil penelitian di bidang kesehatan kerja dan lingkungan agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.















