Kabarminang — Kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana kini makin terbuka bagi lulusan diploma tiga (D-3) Bahasa Inggris. Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga Padang menghadirkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan capaian pembelajaran dari pendidikan sebelumnya diakui dalam proses melanjutkan studi ke S-1 Sastra Inggris.
STBA Prayoga Padang menyediakan jalur tersebut sebagai fasilitas bagi lulusan D-3 yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan akademiknya tanpa harus mengulang seluruh proses perkuliahan dari awal.
Wakil Ketua Bidang Akademik STBA Prayoga, Yusmalinda, mengatakan program RPL dirancang untuk memberikan kesempatan kepada lulusan D-3 melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 dengan mempertimbangkan pembelajaran yang telah mereka tempuh sebelumnya.
“Untuk memberikan fasilitas bagi lulusan D-3 untuk bisa melanjutkan pendidikan S-1 dalam Sastra Inggris,” kata Yusmalinda di Kampus STBA Prayoga Padang, Jalan Veteran Nomor 8, Kota Padang, pada Selasa (6/10/2026).
Melalui RPL, kata Yusmalinda, masa studi mahasiswa tidak harus sama dengan mahasiswa yang masuk melalui jalur reguler. Lama perkuliahan bergantung pada jumlah mata kuliah atau SKS yang dapat diakui setelah dilakukan proses rekognisi.
Yusmalinda menjelaskan bahwa jumlah SKS yang dapat direkognisi maksimal 100 SKS. Namun, angka tersebut bukan berarti setiap mahasiswa otomatis mendapatkan pengakuan sebanyak 100 SKS. Jumlah yang dapat diakui bergantung pada kesesuaian antara mata kuliah yang telah ditempuh saat D-3 dengan mata kuliah dalam kurikulum S-1 Sastra Inggris.
“Yang bisa direkognisi maksimal hanya 100 SKS, dan semua itu tergantung lagi dengan mata kuliah yang selama D-3 diambil oleh wisudawan dengan mata kuliah yang ada di S-1 Sastra Inggris,” ujarnya.
Karena adanya proses rekognisi tersebut, kata Yusmalinda, masa studi mahasiswa RPL diperkirakan berada pada kisaran dua hingga empat semester. Ia menyebut bahwa makin banyak capaian pembelajaran yang dinilai relevan dan dapat diakui, makin sedikit beban studi yang masih harus diselesaikan.





















