“Orangtunya tidak melihat langsung, namun mendapatkan cerita dari anaknya langsung karena pada saat sampai rumah sudah menemukan anaknya itu sudah penuh dengan luka lembam,” ujarnya.
Polisi Amankan Rekaman Video
Selain laporan keluarga, polisi juga menerima rekaman video yang disebut merekam dugaan perundungan tersebut. Video itu diduga direkam oleh salah seorang siswa dan kemudian beredar di media sosial.
“Laporan berita acara yang baru diterima itu rekaman video pada saat kejadian karena ada di antara siswa itu yang merekam dan memviralkan di medsosnya,” katanya.
Polisi juga telah membawa korban menjalani visum setelah laporan diterima. Namun, hasil pemeriksaan medis tersebut masih menunggu.
“Selain itu setelah orangtua korban melapor kita langsung melakukan visum terhadap korban, namun untuk hasilnya belum keluar,” ujarnya.
Penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap korban dan orang tuanya pada Selasa (11/8/2026) untuk memperoleh keterangan lebih lanjut.
Bermula dari Latihan Tari
Sementara itu, kakak korban, SJ (19), mengatakan dugaan perundungan bermula dari kegiatan latihan tari yang digelar mahasiswa KKN.
Latihan tersebut dimulai pada Selasa (28/7/2026) dan diikuti perwakilan siswa dari tiga SD di Nagari Muaro Takuang, yakni SDN 40, SDN 15, dan SDN 04. Masing-masing sekolah mengirimkan enam siswi.















