Polisi juga masih menelusuri asal-usul bahan yang digunakan untuk membuat bom rakitan tersebut serta kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dalam aksi tersebut.
Mengaku Sudah Lama Menjadi Korban Bullying
Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku telah mengalami perundungan sejak duduk di bangku kelas II. Selain itu, ia juga mengaku pernah mengalami perlakuan serupa sejak masih kecil.
“Pengakuannya semenjak kelas 2, tapi dari kecil dia pernah dibully juga,” ujar Apri.
Keterangan tersebut masih terus didalami penyidik dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak sekolah dan rekan-rekan pelaku.
Terkait proses hukum, Kapolresta Padang mengatakan penyidik masih mengumpulkan seluruh fakta dan alat bukti sebelum menentukan langkah berikutnya. Mengingat pelaku masih berstatus anak, kepolisian juga akan mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nanti kita lihat. Yang jelas dia masih korban yang harus kita perhatikan masa depannya,” kata Apri.
Polisi menegaskan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara utuh motif, kronologi, asal-usul bahan peledak, serta memastikan tidak ada bom rakitan lain yang masih tersisa. Hingga kini, situasi di lingkungan MAN 3 Padang telah dinyatakan aman setelah lokasi kejadian disterilkan oleh aparat kepolisian.
















