“Tadi yang dicoba diledakkan ada satu, terus yang tiga belum diledakkan,” ujar Apri.
Menurut dia, dari hasil pemeriksaan awal, aksi tersebut diduga memang telah direncanakan. Sasaran ledakan diduga adalah teman-teman pelaku yang selama ini disebut sering melakukan perundungan.
“Iya, jadi sengaja diledakkan di dalam ransel untuk mencelakai temannya,” katanya.
Meski demikian, kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk memastikan jenis bahan peledak yang digunakan dan bagaimana pelaku memperoleh material untuk merakit bom tersebut.
“Untuk sementara seperti bom rakitan, nanti kita akan telusuri lebih dalam lagi,” ujarnya.
Selain melakukan penyelidikan di sekolah, polisi juga akan melakukan pengecekan ke rumah pelaku guna memastikan tidak ada lagi bahan peledak ataupun bom rakitan lain yang disimpan.
“Selain di sekolah, kita juga akan melakukan pengecekan untuk memastikan apakah masih ada barang serupa yang disimpan di rumah yang bersangkutan,” kata Apri.
Belajar Merakit Bom dari Internet
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku mempelajari cara merakit bom secara mandiri melalui internet. Keterangan tersebut kini masih didalami penyidik untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pelaku dalam merakit bahan peledak.
















