“Keesokan harinya, korban melaporkan pengeroyokan itu kepada orang tuanya. Ayah korban anggota DPRD Pasaman Barat. Orang tua korban kemudian mendatangi pesantren untuk melaporkan pengeroyokan itu,” tutur pengajar tersebut.
Pengajar tersebut menginformasikan bahwa pihaknya sudah memediasi masalah tersebut dengan memanggil orang tua korban dan para pengeroyok, tetapi belum ada hasilnya. Ia menyebut bahwa situasi makin panas setelah keluarga korban mendapatkan video pengeroyokan itu. Ia mengatakan bahwa video itu akhirnya viral di media sosial.
“Orang tua korban sudah melaporkan para pengeroyok ke polres,” ucap pengajar itu.
Sementara itu, kata pengajar itu, pihaknya sudah mengeluarkan kedua santri aktif yang mengeroyok korban.















